yang sempurna




lukisan agung tidak menjadi kasad menyiat tubuh,
tetap menjadi karar di atas panca persada-mu;

Jadi, bagaimana hati memihak meta durjana, sedang yang sahihnya seperti Bhutan, narawastu
penuh hutan. 

Kerna sahihnya pula manusia,
punya hati, tetapi tidak pernah mengimbangi-,

-
sekali-sekali tidak akan azali
menghancur lebur kemudian lari

Comments

Popular Posts